Gema suara takbir berkumandang bersahut-sahutan. Ya, ini
adalah malam terakhir dalam bulan Ramadhan. Bulan suci bagi umat muslim, yang
sealu dinanti kehadirannya. Di bulan inilah, Al Qur’an pertama kali diturunkan.
Pahala dilipatgandakan, bahkan tidur saja dianggap ibadah. Dan yang tak kalah
istimewa adalah hadirnya malam Lailatul Qadar. Suatu malam yang lebih baik dari
seribu bulan. Subhanallah.. Sungguh dahsyat bulan Ramadhan ini. Banyak orang
yang berlomba-lomba berbuat kebaikan. Berakhirnya bulan ini, tentu membuat diri
kita sedih. Tapi, ada baiknya kita masih punya oleh-oleh dari Bulan Ramadhan
ini. Berupa iman yang lebih tebal, dan hati yang lebih bersih.
Menurutku, Ramadhan itu sekolah. Sekolah bagi hati kita.
Sekolah berarti belajar dan berlatih tentang sesuatu. Dengan menjalankan puasa, kita tak hanya menahan haus dan lapar, melainkan juga
berbagai hawa nafsu yang sering membuat diri kita melenceng dari jalan Allah.
Misalnya, jika di bulan-bulan sebelumnya kita sering gibah (membicarakan kejelekan
orang lain), maka saat berpuasa, karena takut hal itu akan mengurangi pahala
kita, kita urung melakukannya. Jika kita melakukannya (menahan untuk tidak
gibah) terus menerus, hal itu menjadi kebiasaan dan terbawa hingga bulan-bulan
selanjutnya.
Puasa juga melatih diri kita untuk bersabar. Saat ingin
marah, kita ingat ,”aku sedang berpuasa.” Menunggu waktu berbuka pun, kita melakukannnya
dengan bersabar. Jika hal ini dilatih terus menerus selama satu bulan, tentu
akan menjadi kebiasaan yang akan kita bawa pada bulan-bulan selanjutnya.
Salah satu keistimewaan Bulan Ramadhan adalah datangnya Malam Lailatul Qadar di
malam-malam ganjil pada 10 hari terakhir. Beberapa saat yang lalu, aku membaca sebuah
artikel Agus Mustofa di rubrik Tafakur Jawa Pos. Artikel itu membahas tentang
bagaimana orang-orang yang beburu malam Lailatul Qadar. Menurut Beliau, untuk
mendapatkan malam Lailatul Qadar, tak cukup hanya ‘mencegatnya’ saja dengan
iktikaf pada malam-malam ganjil di 10 hari terakhir Ramadhan. Namun, orang yang mendapat Lailatul Qadar
adalah orang yang dirinya telah disucikan oleh puasa Ramadhan. Subhanallah..
Semoga dengan berakhirnya bulan Ramadhan, kita bisa menjadi pribadi
yang lebih baik. Hati kita berhasil sekolah dengan baik di bulan ini. Dan
akhirnya, kita merayakan kelulusannya besok di Hari Raya idul fitri, dengan
hati yang kembali fritri. Amiiin..
Minal Aidzin wal faidzin... Mohon Maaf lahir dan batin..
Happy Ied Mubarak.. :)