Tiba-tiba saya teringat
sebuah puisi yang dibacakan teman saya saat pelajaran Bahasa Indonesia semasa
saya duduk di SMA kelas I. Puisi itu begitu singkat dan sederhana sekali
kata-katanya. Tak ada hal-hal yang berbau kata-kata puitis dalam puisi itu.
Beginilah kira-kira bunyinya :
Aku
Aku
adalah aku... (dia mengulanginya beberapa kali dengan
intonasi berbeda)
Aku
bukan Kamu
Aku
bukan Dia
Aku
adalah aku
Sontak, seluruh kelas
langsung heboh dengan puisi itu. Begitu singkat, tak bertele-tele, dan langsung
pada tujuan. Sebenarnya tak ada kata-kata istimewa dengan kata-kata puisi di
atas. Tak ada satupun kata yang biasanya dianggap orang dengan kata yang puitis
dan menyentuh hati. Namun jika kita mencoba mendengarkan secara seksama dan
mencoba memahaminya, kita akan menemukan makna yang luar biasa dalam puisi itu.
Setiap orang tentu ingin merasa menjadi lebih baik dan dianggap paling baik
oleh lingkungan sekitarnya. Terkadang,
karena hal inilah, seseorang seringkali menjadi yang bukan dirinya. Bukan jati
dirinya. Mengimitasi orang lain, tanpa mencoba mencari tahu apa sebenarnya
potensi hebat yang dimiliki. Tuhan menciptakan manusia dengan segala kekurangan
dan kelebihan yang membuat segalanya menjadi seimbang. Hal inilah yang
terkadang terlihat salah di mata manusia. Seolah, segala kekurangan di dunia
dilimpahkan pada dirinya. Tak mau melihat betapa hebat sebenarnya dirinya. Mungkin seseorang merasa sangat
rendah diri saat bertemu dengan teman-teman yang jauh lebih cantik atau tampan
darinya.
Menjadi diri sendiri
sangatlah penting. Manusia diciptakan tak ada yang sama di dunia ini, bahkan
sepasang kembar identikpun tidak akan sama sepenuhnya. Dengan keberagaman
itulah kita harus mengerti bahwa kita memang berbeda dari lainnya, serta
mengerti bahwa orang lain juga berdeda dari kita. Yang perlu kita lakukan
adalah mengenali potensi diri kita. Lalu mengembangkannya dan membuatnya
menjadi istimewa. Sesuatu akan menjadi luar biasa jika kita melakukannya dengan
senang hati dan sungguh-sungguh. Tak ada orang yang lebih rendah dari orang
lain. So, tunggu apa lagi. Sudah saatnya kita menjadi diri kita sendiri, dan
membuatnya lebih istimewa dari sebelumnya. Don’t
fake yourself... You.. are you..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar