Bersyukur. Kata itu sangat mudah diucapkan, namun tak mudah dalam mempraktikannya. Tuhan telah memberikan banyak hal kepada kita. Keluarga,sahabat, karir, harta, dan berbagai kebahagiaan lain telah kita dapatkan dalam hidup ini. Namun,kita masih saja sering merasa kurang terhadap hidup kita. Kita sering mengeluh terhadap kondisi fisik kita. Hal ini manusiawi, karena manusia memang memiliki sifat yang tak cepat puas, selalu ingin lebih, lebih, dan lebih lagi. Namun, Hal ini pulalah yang menyebabkan kita menjadi jauh dari rasa syukur. Dan akhirnya, jauh dari Tuhan.
Ada baiknya kita merenung sejenak. Memperhatikan sekeliling kita. Memperhatikan fakta, bahwa kita masih lebih beruntung daripada orang lain. Agar kita bisa mulai belajar bersyukur.
Hal inilah yang saya tangkap, ketika saya dan teman-teman berkunjung ke YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat) di kota saya, beberapa saat yang lalu. Saya mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa, bertemu dengan anak-anak luar biasa di YPAC. Yang saya kagum, mereka tetap semangat, untuk bisa survive dalam berbagai keterbatasan yang mereka miliki. Kebanyakan dari mereka, memiliki keterbatasan dalam hal motorik, namun tetap memiliki intelegensi yang normal. Yang lebih hebatnya lagi, di balik segala keterbatasan yang mereka miliki, ada segudang prestasi yang ditorehkan.
Saya sempat berkenalan dengan seorang anak laki-laki yang duduk di kelas 2 SD. Ia mengalami lumpuh kaki, sehingga harus menggunakan kursi roda. Anaknya memang agak pendiam. Namun saat diajak nyanyi, dia termasuk yang paling semangat. Dengan senyum yang terus mengembang di wajahnya, Ia menyanyikan bait demi bait lagu balonku. Ia juga merasa senang saat diajak membuat pesawat-pesawatan dari kertas origami. Tentu saja, ada kebahagiaan tersendiri, melihatnya tersenyum. Usut punya usut, ternyata, adik kecil itu juga jago adzan. Ia sering menjuarai lomba adzan di lingkungan rumahnya. Semakin banggalah, Saya terhadapnya. Dan yang membuat saya semakin trenyuh, ketika ditanya apa cita-citanya. Ia dengan lantang menjawab,"Jadi Polisi!". Dalam hati, sayapun hanya bisa berdoa,"Ya Allah, sembuhkanlah Ia, izinkanlah Ia meraih apa yang ia inginkan."
Kondisi anak yang saya temui di sana sungguh beragam. Hal ini membuat saya semakin sadar. Manusia diciptakan dalam kondisi yang berbeda-beda. Kita harus menghormati dan menghargainya. Karena selalu ada kelebihan di balik kekurangan. Jangan pernah merasa Tuhan tak adil kepada kita karena suatu kekurangan yang kita miliki. Tuhan sangat adil, melebihi siapapun. Ia Maha Adil. Karena sesungguhnya, Ia mengetahui, apa yang tidak kita ketahui.
Apapun yang telah diberikan Tuhan kepada kita, adalah hal terbaik untuk kita. Segala cobaan yang kita terima, adalah untuk membuat kita lebih kuat dan lebih hebat dari sebelumnya.
Setelah saat itu, saya mulai belajar bersyukur. Tentang apa yang telah Tuhan berikan kepada saya. Sebuah pengalaman berharga bisa bertemu dengan anak-anak luar biasa di sana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar